PELABUHAN PERIKANAN PANTAI SORONG

SELAMAT DATANG DI BLOG PELABUHAN PERIKANAN PANTAI SORONG
Alamat:Jl.Cakalang(Jl.Jend.A.Yani),RT 001/ RW 001, Kel. Kampung Baru, Sorong - Papua Barat
Email:
kantorsyahbandar.pppsorong@gmail.com, pppsorong.pb@gmail.com
Phone:0951-324902, Faximile:0951-324884, Blog Site: kantorsyahbandar-pppsorong.blogspot.com

MISI Pelabuhan Perikanan Pantai Sorong: 1).Mendorong Peningkatan investasi swasta bidang perikanan dan pendukungnya. 2).Mendorong peningkatan fungsi dan peran pelabuhan perikanan. 3).Menciptakan iklim yang kondusif bagi investasi usaha di lingkungan pelabuhan perikanan. 4).Mendorong peningkatan pengawasan Sumber Daya Ikan (SDI).

Thursday, 16 May 2013

Sosialisasi Life Jacket Program Keselamatan Badan Koordinasi Keamanan Laut (Bakorkamla) Republik Indonesia

PETUNJUK UMUM LIFE JACKET BAKORKAMLA

Spesifikasi Life Jacket
1. Warna Oranye
2. Berat 1,8 ons
3. Letak scotlite 2 bulat di depan & 1 memanjang di belakang
4.Tali sabuk 3 buah di body & 1 untuk di paha
5. Bahan luar dari saten payung
6. Bahan dalam dari foam dilapisi saten jepang
7. Tulisan "Bakorkamla" diatas scotlite sebelah kiri

Ukuran Life Jacket Sesuai Dengan Bobot
1. Berat 60 - 70 kg / orang dengan ukuran "S"
2. Berat 70 - 80 kg / orang dengan ukuran "M"
3. Berat 80 - 90 kg / orang dengan ukuran "L"
4. Berat 90 - 100 kg / orang dengan ukuran "XL"

Hasil Pengujian Life Jacket Yang Direkomendasikan
1. Dapat mengapung dengan baik dengan berat pemberat 12 kg selama 84 jam
2. Waktu pemakaian rata-rata 16 detik dan lebih mudah/praktis serta nyaman
3. Jika dipakai di permukaan laut dapat mengapung dibawah dagu atau sejajar dengan dada manusia
4. Kualitas bahan baik, tahan lama serta tidak mudah bocor
5. Manfaatnya dapat menghangatkan tubuh dipakai pada malam hari maupun siang hari

Pemeliharaan Dan Perawatan Life Jacket

1. Jika sudah digunakan di laut, segera bilas dengan air tawar
2. Jika tidak dipakai, disimpan dalam bungkus plastik
3. Hindari dari benda-benda tajam karena jika robek, daya apung berkurang
4. Hindari panas api karena jika terbakar daya apung berkurang
5. Hindari dari minyak karena mudah kotor


"Memperhatikan diri dan keselamatan adalah satu sikap bijak pada hidup dan kehidupan serta merupakan sikap mulia dalam menghargai karya Tuhan pada diri kita sendiri."  ~ Hezron T


IMAGE:



































Wednesday, 24 April 2013

KISAH ORANG-ORANG JUJUR

merupakan salah satu sifat baik yang saat sekarang ini sepertinya mulai hilang dari kehidupan manusia. Kecurangan dan kebohongan dilakukan demi mengeruk keuntungan yang sebesar-besarnya. Di negeri kita, kecurangan dan kebohongan yang dilakukan beberapa elit telah membuat pertiwi ini menangis. Dibalik kelangkaan untuk menemukan sikap jujur yang hakiki, masih ada orang-orang yang bisa kita jadikan panutan dalam bertutur dan bersikap. Berikut akan dikisahkan beberapa diantaranya, dan semoga kisah-kisah ini dapat dijadikan inspirasi untuk membangun diri kita kearah yang lebih baik… (by: Hezron T)

Billy Ray Harris

Harris adalah seorang pengemis dan tuna wisma yang berasal dari Amerika Serikat. Pada suatu hari ada seorang wanita yang memberikan uang koin padanya. Sarah Darling, nama wanita itu, ternyata secara tak sengaja juga menjatuhkan sebuah cincin berlian yang berada di dalam dompetnya ke dalam gelas sumbangan Harris. Keesokan harinya Darling baru menyadari bahwa cincinnya hilang dan berusaha untuk mencarinya, ia kemudian teringat kepada Harris dan berusaha untuk menanyakan cincin itu padanya. Dengan jujur Harris mengatakan bahwa cincin itu memang ada padanya dan Harris sengaja menunggu Darling datang selama beberapa hari ini untuk mengembalikan cincin itu. Darling dan suaminya yang merasa terkesan akan kejujuran Harris lalu membuat sebuah situs online yang menceritakan kejujuran Harris dan mengumpulkan dana untuk membantu kehidupan Harris. Setelah 90 hari mereka berhasil mengumpulkan sekitar 1,1 milyar rupiah untuk diberikan pada Harris. Salah seorang penyumbang berkata apa yang dilakukan Harris adalah sesuatu yang luar biasa dan hal ini menjadi bukti bahwa masih ada sisi manusiawi di dunia ini.



Berkat kejadian ini pula, Harris yang tidak pernah melihat keluarganya selama 16 tahun, akhirnya dapat dipertemukan kembali setelah sebelumnya keluarganya mengira bahwa Harris telah meninggal. Salah seorang adiknya mengatakan bahwa ia melihat Harris di beberapa berita dan setelah melihat wajahnya ia mengatakan, "Aku tahu itu kakak saya segera setelah saya melihat gambar, dan secara spontan saya hanya mulai berteriak," kata Williams, adiknya. Keluarga lainnya juga bergabung pada suatu reuni, termasuk saudara dan saudari Edwin Harris Elsie "EJ" Johnson dan Nellie E. Vaughn. Harris mengatakan ia tidak pernah berhenti berpikir tentang keluarganya, dan mengira ia tidak akan melihat mereka lagi dan selama itu dia dipenuhi kesedihan yang teramat dalam. Adapun Darling, sang pemilik cincin mengatakan dia dan suaminya Bill Krejci telah menjadi dekat dengan Harris, dan berharap untuk tetap selalu berhubungan. Harris sekarang memiliki pekerjaan paruh waktu, teman-teman baru dan tempat tidur yang hangat. "Saya punya kasur udara sekarang, rasanya hidup seperti raja dibandingkan ke tempat saya," kata Harris. Dan masih ada lagi - Harris memiliki keponakan menunggu untuk bertemu dengannya. "Bagus, semuanya di sini sekarang," kata Harris, saat ia duduk bersama keluarganya.
"Bekerja memisahkan kita dari tiga iblis; kebosanan, perbuatan jahat, dan kebutuhan." ~ VOLTAIRE
Bersambung…….

Sunday, 3 March 2013

Melihat Tuhan Lewat Kebajikan



Melihat Tuhan Lewat Kebajikan
       Martin Avdeich seorang tukang sepatu, dia tinggal di satu apartemen bawah tanah dengan satu jendela kecil. Dari jendela itulah ia bisa melihat orang yang lalu lalang dari kakinya. Martin yang karena pekerjaanya sebagai tukang sepatu, tidaklah sulit buat dia mengenali orang yang lalu lalang itu dari sepatu yang dipakainya. Martrin adalah pekerja keras, dia tidak pernah menipu pelanggannya, dia selalu menggunakan bahan terpilih untuk membuat sepatu, dia juga selalu tepat janji, pendek kata Martin selain pekerja keras juga pekerja yang baik
        Martin pernah mengalami kekecewaan dengan Tuhan saat isteri dan anak-anaknya meninggal, di tengah kekecewaannya dia pernah meminta supaya Tuhan juga membiarkannya mati, karena dia sudah tidak melihat arti hidupnya ini. Di saat keadaan yang paling susah itulah dia bertemu orang yang mengingatkannya kalau Tuhan sudah membiarkannya hidup, dan mengingatkan Martin bahwa hidupnya harus diberikan kepada Tuhan. Di tengah ketidak mengertiannya dan usahanya bagaimana caranya memberikan hidup untuk Tuhan, tiba-tiba dia bermimpi, mendengar suara Tuhan,” Martin…Martin, berjaga-jagalah Aku akan datang ke tempatmu esok.”
       Besoknya Martin menanti-nanti. Kadang-kadang ia berpikir suara itu hanya mimpi, kadang-kadang ia meyakini ia benar-benar mendengar suara itu. Martin duduk di samping jendelanya sambil bekerja. Tiap kali dia menatap ke jalan menunggu Tuhan datang. Akhirnya dari jendelanya Martin melihat orang berpakaian usang, dengan sepatu penuh jahitan dan sebuah sekop di tangan. Dari sepatunya Martin tahu bahwa orang tua itu Stephanich, orang miskin yang menumpang  di rumah orang lain dan melakukan pekerjaan-pekerjaan kecil seperti membersihkan salju. Ia mulai membersihkan salju di depan rumah Martin.
        Martin mengamati Stephanich sampai Stephanich meletakkan sekop, dam kelihatan menggigil mencari tempat istirahat dan berlindung dari hawa dingin. Orang tua itu kelihatan sangat rapuh. Martin mengundangnya masuk. Stephanich begitu gemetar sampai hampir jatuh sewaktu masuk.
       “Masuklah ke dalam dan aku punya teh hangat,” seru Martin kepada Stephanich. Stepanich yang ragu-ragu masuk ke rumahnya bertanya apakah Martin sedang menunggu seseorang?
Martin menjawab,”Saya sebenarnya malu untuk mengatakan padamu bahwa memang saya sedang menunggu Tuhan, seperti yang saya pahami melalui Kitab Suci bahwa betapa besar kasih Tuhan sampai Dia mau turun ke bumi.” Begitulah  Martin bukan hanya memberikan air minum hangat tetapi juga bagian makan siangnya yangt sangat sederhana. Stephanich pamit dengan air mata di pipi karena rasa terima kasihnya yang dalam.
        Martin menunggu lagi. Berbagai orang lewat lalu lalang. Tuhan belum juga muncul. Sampai dilihatnya seorang wanita miskin dengan bayinya. Wanita ini hanya berpakaian musim panas, wanita ini tidak punya uang untuk menebus syalnya yang digadaikan. Martin bangkit dan memanggil wanita itu untuk masuk ke rumahnya. Martin menyambut wanita dan bayinya ini. Memasak bubur untuk bayi itu dari persediaannya yang tipis dan memberikan uang kepada wanita itu supaya ia bisa menebus syal yang dia gadaikan untuk memberi makan bayinya. Ia juga memberikan satu-satunya mantel cadangannya yang sudah sangat tua dan benangnya yang sudah menipis.
       Wanita miskin tersebut mengambil pemberian Martin dengan air mata yang berlinang.
Martin, duduk lagi. Hari mulai sore. Dia makan sisa makanan yang masih tersedia, bekerja lagi. Tapi dia tetap berkali-kali memandang ke jalan. Menunggu dan menunggu datanya Tuhan.
          Tidak lama seorang wanita tua penjual apel lewat. Punggungnya menggendong kayu bakar, dan tangannya menjinjing keranjang dagangan yang hanya berisi beberapa butir apel. Kayu bakarnya sangat berat sehingga ia berhenti, membetulkan gendongannya. Ia meletakkan keranjangnya di tanah. Tiba-tiba seorang anak laki-lakiI kecil mengambil beberapa apel. Tetapi Nenek itu dengan cekatan menjambret baju anak itu.
       Nenek itu menarik baju anak kecil itu dan berteriak akan membawa anak itu ke kantor polisi. Martin akan membayar apelnya.
Akhirnya nenek melepaskan pegangannya dan anak itu langsung melepaskan diri. Martin menangkapnya dan berkata,”Mintalah maaf kepada nenek itu, dan saya tidak ingin engkau mengambil apelnya lagi.”
       Anak itu bukan hanya meminta maaf, malahan dia menawarkan diri mengangkat kayu bakar si nenek. Mereka berjalan berdampingan.
       Martin menunggu lagi. Hari mulai malam. “Tampaknya hari sudah gelap,” pikir Martin. Dia membersihkan peralatannya. Menyalakan lampu. Mengambil Kitab Suci kesayangannya. Dan dia merenung menantikan Tuhan. Tetapi sudah malam, apakah Tuhan akan datang?
       Martin merenung akan mimpinya yang mendengar suara Tuhan, kalau Dia akan datang ke runahnya… Tiba-tiba dia mengalami siatuasi yang sama dalam mimpinya, dia mendengar suara Tuhan yang berkata di telinganya,”Martin….Martin, apakah kamu tidak mengenal aku?”
       “Siapa?” tanya Martin.
       “Aku, jawab suara itu. Di tengah kegelapan malam Martin melalui kaca jendelanya samar-samar melihat Stephanich yang tersenyum.
       “Ini adalah Aku,” terdengar ada suara itu lagi, dan Martin samar-samar melihat wanita tua dan apelnya bersama dengan anak laki-laki.
       Melihat itu jiwa Martin bergembira karena dia teringat apa yang tertulis dalam Kitab Sucinya; Sebab pada waktu Aku lapar, kamu memberi Aku makan, dan pada waktu Aku haus, kamu menberi Aku minum.  Aku seorang asing, kamu menerima Aku di rumahmu. Aku tidak berpakaian, kamu memberikan Aku pakaian.  Aku sakit, kamu merawat Aku. Aku dipenjarakan, kamu mengunjungi Aku.”
       Impian Martin menjadi kenyataan, Tuhan memang sudah datang dan makan bersamanya hari itu. Martin akhirnya boleh mengerti; Ketahuilah, sewaktu kamu melakukan hal itu, sekalipun kepada salah seorang dari saudara-saudaraKu yang terhina, berarti kamu melakukannya kepadaKu.

(Hezron T, Dikutip dari tulisan Roy M. Hutasoit di Majalah RUMAH TANGGA DAN KESEHATAN No.09, Tahun 2011).

"Anda dapat memperoleh sesuatu yang Anda inginkan dalam hidup ini jika Anda cukup menolong orang lain mendapatkan apa yang mereka inginkan."

~ Zig Ziglar